370 Mahasiswa Kembali Laksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kecamatan Labang Bangkalan

 

 
Sumber Foto: Dok.Untag Hunas Surabaya

Sebanyak 370 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Semester Ganjil tahun akademik 2018/2019 di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Acara pembukaan dan serah terima mahasiswa KKN Sabtu kemarin (24/11) bertempat di Pendopo Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Pada pembukaan kali ini dihadiri oleh Rektor UNTAG Surabaya–Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., Wakil Rektor II UNTAG Surabaya–Dr. Abdul Chalik MM., Sekda Bupati Bangkalan–Dr. H. Edi Mulyono, Camat Labang–Mahfud, SH., MH., serta beberapa kepala desa di Kecamatan Labang yang akan dijadikan lokasi KKN.

            Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Lokal”, kegiatan KKN Non Reguler Semester Ganjil kali ini bertempat di 10 desa dari 13 desa yang ada di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Keseluruhannya adalah Desa Baengas, Desa Bringin, Desa Bunajih, Desa Jukong, Desa Labang, Desa Pangpong, Desa Petapan, Desa Sendang Dajah, Desa Sendang Laok dan Desa Sukolilo Barat. Pelaksanaannya sendiri dilaksanakan tiap hari Sabtu-Minggu selama 6 pekan.

Dalam sambutannya, Camat Labang – Mahfud, SH., MH., mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN dan juga tamu undangan yang hadir. Alumni UNTAG Surabaya angkatan 26 tersebut berharap mahasiswa KKN Non Reguler UNTAG Surabaya mampu menggali potensi sumber daya yang ada di Kecamatan Labang. “Di Desa Sukolilo Barat sekarang telah dibangun rest area, jadi disana akan ada banyak persinggahan dan fasilitas. Harapan kami mahasiswa dapat menggali potensi sumber daya yang ada di Kecamatan Labang. Tahun-tahun yang akan datang, potensi seperti itu sangat dibutuhkan,” tutur Mahfud.

Untuk potensi kuliner, lanjut Mahfud, masyarakat di Kecamatan Labang sudah memiliki produk olahan makanan, hanya saja butuh sosialisasi mengenai pengemasan yang baik. “Kuliner sudah ada, yang dibutuhkan adalah pengemasannya. Mungkin nanti adik-adik mahasiswa mampu membagi ilmu bagaimana mengemas yang baik. Kalau dikemas dengan baik, maka harga jualnya tentu akan tinggi,” terangnya.

Sebelumnya, UNTAG Surabaya telah melaksanakan KKN Non Reguler di Kecamatan Labang. Mahfud mengaku terdapat perubahan yang cukup baik dalam pola pikir masyarakat, terutama dibidang pendidikan. “Adanya KKN disini bisa membantu perkembangan Pendidikan. Dulu banyak yang kurang berminat melanjutkan Pendidikan Tinggi, namun sekarang sudah banyak yang kuliah S1,” akunya.

Sementara itu, Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik UNTAG Surabaya. Ia juga berharap mahasiswa KKN Non Reguler UNTAG Surabaya mampu menjadi penggerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Nilai lebih dari KKN UNTAG Surabaya adalah apa yang ditinggalkan, pada output yang diberikan. Jangan sampai disini hanya makan tidur, harapannya mampu memberikan manfaat pada masyarakat,” pesannya. (ua)

www.untag-sby.ac.id 

Comments